Ki Ageng Pangeretan
Ilmu pengeretan ekstrem warisan sepuh dari pesisir utara Cirebon yang dahulu disimpan rapat oleh seorang tokoh sakti bernama Ki Ageng Wulung Pesisiran untuk merampas kesadaran finansial para saudagar kaya secara gaib. Riwayat para sesepuh masa lalu mengisahkan bahwa amalan ini memiliki getaran energi hitam-putih yang sangat keras, dirancang khusus untuk membalikkan logika orang yang paling pelit sekalipun agar tunduk dan rela menyerahkan harta bendanya tanpa sisa. Kekuatan dari lelaku ini bekerja langsung menghujam cakra harta target, membuat yang bersangkutan mengalami gelisah luar biasa jika belum memberikan uang atau barang berharga kepada pengamalnya.
Pengalaman nyata dari para pengamal sebelumnya mencatatkan keberhasilan yang sangat mengerikan dalam menguras harta target yang awalnya sangat sombong dan menutup rapat dompetnya. Seorang pengguna di wilayah pedesaan Jawa Barat pernah menceritakan pengalamannya menggunakan ilmu pengeretan warisan Ki Ageng Wulung Pesisiran tersebut, di mana sang target mendadak kehilangan kendali atas akal sehatnya lalu menyerahkan seluruh tabungan dan aset berharga kepada pengamal dalam tempo kurang dari seminggu. Keunggulan mutlak dari Ki Ageng Pangeretan terletak pada kecepatan dan kekuatannya dalam melumpuhkan mental finansial target secara total tanpa bisa dicegah oleh siapapun.
Ki Ageng Pangeretan
Ilmu pengasihan tingkat tinggi khusus pengeretan ekstrem warisan Ki Ageng Wulung Pesisiran yang difokuskan untuk merontokkan pertahanan harta target, menguasai kesadaran finansial, serta menguras kekayaan secara gaib.
Tuah:
Melumpuhkan akal sehat dan watak pelit seseorang secara paksa agar tunduk serta menyerahkan seluruh harta benda kepada pengamal
Menguras kekayaan target dari jarak jauh maupun dekat agar senantiasa mengalir deras tanpa henti
Mengunci rapat kesetiaan materi dari target agar tidak bisa lepas atau beralih ke lain pihak selamanya
Menetralisir dan menghancurkan segala bentuk pagar gaib atau perlindungan harta yang melindungi diri target
Memancarkan wibawa dan daya pikat mahatinggi yang membuat pengamal ditakuti sekaligus dipuja oleh para hartawan
